Kota Bukittinggi terletak pada rangkaian Bukit Barisan yang membujur sepanjang
pulau Sumatera, dan dikelilingi oleh dua gunung
berapi yaitu Gunung Singgalang
dan Gunung Marapi. Luas
wilayah kota Bukittinggi saat ini (25,24 km²), 82.8% telah diperuntukan menjadi
lahan budidaya, sedangkan sisanya merupakan hutan lindung.Kota
ini memiliki topografi berbukit-bukit dan berlembah.
Beberapa bukit tersebut tersebar
dalam wilayah perkotaan di antaranya :
- Bukit Ambacang
- Bukit Tambun Tulang
- Bukit Mandiangin
- Bukit Campago
- Bukit Kubangankabau
- Bukit Pinang Nan Sabatang
- Bukit Canggang
- Bukit Paninjauan
Sementara terdapat
lembah yang dikenal juga dengan "Ngarai Sianok" dengan kedalaman yang
bervariasi antara 75 – 110 m, yang didasarnya mengalir sebuah sungai yang disebut
dengan Batang Masang.
Lambang dari kota bukittinggi adalah "Jam Gadang". Yangmana terletak di jantung kota bukittinggi. Tinggi Jam gadang sekitar 26 meter dengan keunikan angka 4 pada jam ini.
Tentang Kota Bukittinggi :
+ Perhubungan
Kota
Bukittinggi berada pada posisi strategis Jalur Lintas
Sumatera yang berada di antara Padang dan Pekanbaru. Terminal Aur Kuning merupakan salah satu perhubungan yang menjadi terminal utama untuk angkutan
transportasi darat di kota ini. Sementara untuk transportasi dalam kota,
tersedia angkutan kota, taksi, dan bendi (kereta kuda).
+ Pariwisata
Banyaknya objek wisata yang menarik, menjadikan
kota ini dijuluki sebagai "kota wisata". Saat ini di kota Bukittinggi
telah terdapat sekitar 60 hotel dan 15 biro perjalanan. Hotel - hotel yang terdapat di kota Bukittinggi salah satunya The Hills.
Ngarai Sianok merupakan salah satu objek
wisata utama. Taman Panorama yang terletak di dalam kota Bukittinggi
memungkinkan wisatawan untuk melihat keindahan pemandangan Ngarai Sianok. Di
dalam Taman Panorama juga terdapat gua bekas persembunyian tentara Jepang sewaktu Perang Dunia II yang
disebut dengan Lubang Japang.
Di
Taman Bundo Kanduang terdapat replika Rumah Gadang yang berfungsi sebagai museum kebudayaan Minangkabau. Kebun Binatang
Bukittinggi dan benteng Fort de Kock,
dihubungkan oleh jembatan penyeberangan yang disebut Jembatan Limpapeh.
Jembatan penyeberangan Limpapeh berada di atas Jalan A. Yani yang merupakan
jalan utama di Kota Bukittinggi.
+ Olahraga
Masyarakat
Kota Bukittinggi sangat menyukai olahraga berkuda, dan setiap tahunnya kota ini
mengadakan lomba pacu kuda di Bukit
Ambacang, yang sudah diselenggarakan sejak tahun 1889. Perlombaan pacu kuda ini merupakan rangkaian
perlombaan pacu kuda yang diadakan dibeberapa kawasan lain di Sumatera Barat.
Dengan adanya pelombaan ini, mendorong para peternak kuda untuk tetap bertahan dan
memanfaatkan tradisi ini sebagai sumber mata pencarian.









0 comments:
Post a Comment